Penulis: Dr. Mustakim, S.S., M.Si. & Dr. Nuruddin, S.S., M.A – ISBN: 978-623-88991-1-1 – Tebal: 318 + x hal

Aries Agung Paewai terlahir di Ujung Pandang Kota Makassar Sulawesi Selatan, pada Hari Sabtu 17 April 1976. Ia memiliki trah dari keluarga besar saudagar muslim Bugis di Sulawesi Selatan sekarang. Trah keluarga saudagar diperoleh dari kakeknya yang bernama Kamaluddin. Kamaluddin adalah seorang saudagar kaya dan terkenal dermawan yang terlahir dan besar di Kota Parepare. Parepare merupakan salah satu Kota madya di Provinsi Sulawesi Selatan yang sebelumnya merupakan Onder Afdeling. Sejak keluarnya Undang Undang Nomor 29 di tahun 1959, Parepare berstatus Kota Praja Tingkat II Parepare dan di tahun 1963 istilah Kota Praja berganti menjadi Kotamadya.
Buku cantik di tangan Anda ini adalah buah pemikiran yang ditelurkan dari hasil kekaguman kepada sosok yang sangat terkenal di media dan berita online, baik media sosial Instagram maupun pewarta lokal dan nasional. Beragam pemberitaan positif bermunculan di tiap pekannya, terutama sejak awal tahun 2020 hingga awal tahun 2025, yang seolah tak berhenti tanpa karya nyata dari tangannya. Namanya Aries Agung Paewai, kadang kita mengira namanya adalah Piawai, karena banyak olah pikir dan inovasi serta kerja terampil nan nyata yang dihasilkan saat menjadi nakhoda di setiap lembaga yang diamanatkan kepadanya.
Pemberitaan positif selama lima tahun belakangan adalah buah dari pendidikan masa kecil keluarganya. Sosok yang terlahir di Kota Makassar pada 48 tahun silam tersebut memiliki pertalian darah dari keluarga saudagar muslim Bugis. Karakternya yang tidak banyak bicara dan cenderung bekerja keras serta di luar yang biasa-biasa saja, out of the box adalah implementasi dari kuatnya internalisasi pendidikan agama Islam yang ia dapatkan semasa kecilnya. Baik dari kakek-nenek maupun kedua orang tua serta guru ngajinya.
Jalan terjal hidupnya dimulai sejak duduk di bangku sekolah SD, kala ayahnya meninggal dunia. Karenanya, berbagai upaya dilakukan untuk mencari tambahan biaya. Siapa menyangka, jika Aries Agung Paewai memiliki keahlian Seni Kaligrafi Arab di masa SMP, sebagai bekal uang jajan di sekolah. Bermula di sekolah SMP-lah, ia menjadi pejabat terkenal dengan segudang prestasi dan sederet penghargaan. Dari keluarga keturunan suku saudagar Bugis – menjadi anak yatim – hingga sukses menghinggapi, inilah keunikan buku ini.
Seperti tersebut di awal pengantar, hampir di setiap pekan, pemberitaan tentang Aries Agung Paewai selalu muncul di koran online maupun offline. Berbagai media juga menyorot pada pemberitaan dan hal-hal yang hampir sama, sehingga dapat disimpulkan Aries Agung Paewai adalah sosok yang berprestasi. Buku ini dapat dikategorikan sebagai sejarah biografi, karena berkisah tentang kehidupan seseorang tokoh dalam bingkai waktu yang diakronis, dengan sumber utamanya adalah berita dan dari wawancara dengan saksi sejarah dan tokoh yang ditulis.
Penting diketahui, pada akhirnya dari kedua perspektif ditemukan sebuah kesimpulan akhir yang berwujud sosok yang berprestasi. Di mana dari sumber wawancara telah diperoleh data peristiwa tentang liku-liku kehidupan yang penuh perjuangan, dan dari koran diperoleh fakta bahwa sosok yang dulunya kerja keras, kini beragam prestasi digapai yang semuanya dapat diketahui dari pemberitaan tersebut.
Pembelian atau akses buku melalui Google Play Store (Google Books), klik: Di Sini
