
Penulis: Ali Mardiyono – ISBN: proses – Tebal: 118 + viii halaman
Di tengah hiruk pikuk kota yang terus berlari menuju kemajuan, masih ada anak-anak yang tertinggal di sudut-sudut jalan, di gang-gang sempit, dan di ruang-ruang sunyi rumah sederhana. Mereka bukan sekadar angka dalam data statistik, melainkan wajah-wajah masa depan yang membutuhkan uluran tangan, bimbingan, dan kesempatan untuk bangkit.
Buku Menjemput yang Tertinggal merekam perjalanan nyata penulis dalam mendampingi anak-anak yang tidak bersekolah (ATS) dan remaja yang terjerat berbagai persoalan sosial di Surabaya.
Melalui pendekatan humanis dan kerja sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, buku ini menampilkan praktik lapangan yang berpadu dengan gagasan konseptual tentang pendidikan inklusif, ketahanan keluarga, dan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, serta masyarakat.Lebih dari sekadar laporan lapangan, buku ini adalah cermin kemanusiaan—tentang bagaimana pendidikan tidak hanya menjadi urusan sekolah, tetapi juga tanggung jawab sosial bersama. Di dalamnya tersaji kisah-kisah nyata: dari anak yang kembali bersekolah setelah lama mengamen, hingga keluarga yang belajar memahami pentingnya pendidikan sebagai jalan keluar dari kemiskinan.
Dengan bahasa yang mengalir dan reflektif, buku ini mengajak pembaca—orang tua, pendidik, pemerhati sosial, hingga pengambil kebijakan— untuk melihat lebih dekat wajah pendidikan di lapisan masyarakat bawah. Karena sesungguhnya, masa depan bangsa ini tidak hanya ditentukan oleh mereka yang berlari di depan, tetapi juga oleh keberanian kita semua untuk menjemput yang tertinggal.
Pembelian atau akses buku melalui Google Play Store (Google Books), klik: Di Sini

Bagus banget
👍bagus
Bagus👍
Keren pak Ali
👍👍👍
Alhamdulillah
Pembahasan dari berbagai perspektif
Sebab anak tidak sekolah
Dan beberapa faktor penting terutama lingkungan
Mari jaga anak2 kita dari pergaulan lingkungan sekitar
Semua punyak hak untuk melanjutkan pendidikan tidak terkecuali. Dari artikel menggungah saya untuk tetap harus peduli karena masih banyak anak yang menjadi imbas peran orang tua.
Masyaa Alloh. Sungguh mulia jika kita peduli pada sesama. Utamanya mereka yang butuh perhatian kita. Semoga anak-anak hebat ini bisa sukses dunia akhirat dan yang bisa mengantarkan kita dihadapkan Alloh dengan catatan kebaikan. Barokalloh
Alhamdulillah…
Semoga bermanfaat dan menginspirasi kita semua mengulurkan tangan untuk mereka
bukunya sangat bagus dan informatif
Mantap Komandan sangat memotivasi
Mantap Komandan