Editor: Ahmad Faizin Karimi & David Efendi – ISBN: dalam proses – Tebal: 568+xviii hal

Muhammadiyah lahir dari keberanian untuk memperbarui cara umat memahami dan mengamalkan Islam dalam kehidupan. Sejarah panjang Persyarikatan membuktikan bahwa kemajuan tidak pernah dicapai dengan berpuas diri, namun lebih pada keberanian untuk membaca perubahan, mengkritisi diri sendiri, dan menemukan jalan-jalan baru untuk mewujudkan cita-cita Islam yang berkemajuan. Pertanyaannya, di tengah disrupsi teknologi, perubahan demografi, dinamika politik, krisis lingkungan, dan semakin kompleksnya tantangan sosial, bagaimana semangat pembaruan itu harus terus dihidupkan?
Reinventing Muhammadiyah: Desakan Memperbarui Gerakan Pembaharuan berangkat dari pertanyaan tersebut. Buku ini menghimpun gagasan para kader Muhammadiyah dari beragam latar belakang, pengalaman, serta bidang keahlian. Mereka berbicara tentang tata kelola organisasi, ideologi, kaderisasi, ekonomi, politik, lingkungan, hingga kesejahteraan kader. Meski mengangkat tema yang berbeda, seluruh tulisan dipersatukan oleh satu perspektif: Muhammadiyah harus terus memperbarui cara merencanakan hingga mengevaluasi gerakan agar tetap mampu menjalankan perannya sebagai kekuatan pembaru bagi umat.
Disusun ke dalam enam bagian yang saling berkaitan, buku ini bukan sekadar kumpulan artikel, namun juga bisa menjadi semacam peta pemikiran yang memperlihatkan bagaimana berbagai persoalan Persyarikatan sesungguhnya membentuk satu ekosistem yang saling terhubung. Kritik yang disampaikan tidak dimaksudkan untuk melemahkan, melainkan menjadi energi refleksi. Gagasan yang ditawarkan bukan sekadar idealisme, tetapi ikhtiar membuka ruang dialog sekaligus merumuskan agenda transformasi yang lebih kontekstual, dan berorientasi pada perbaikan masa depan.
Reinventing dalam buku ini bukanlah ajakan untuk mengganti identitas Muhammadiyah ataupun meninggalkan fondasi ideologinya. Sebaliknya, ia adalah ajakan untuk menemukan kembali daya pembaruan yang menjadi ruh Persyarikatan sejak awal kelahirannya. Sebab, organisasi yang besar bukan hanya diukur dari kemampuannya bertahan menghadapi perubahan, tetapi juga dari keberaniannya memperbarui diri agar tetap menjadi pelopor kemajuan. Buku ini mengundang pembaca untuk ikut memikirkan satu pertanyaan penting: bagaimana Muhammadiyah hari ini dapat terus menjadi Muhammadiyah yang dibutuhkan pada masa depan.
Pembelian atau akses buku versi digital melalui Google Play: Klik DI SINI
